Social Items

Menjadi seorang saltwater angler saya sering manghabiskan separuh waktu mengunjungi beberapa pantai dan pulau terdekat dimana saya tinggal. Kadang jika libur panjang, saya bisa menginap 1-2 malam. Tujuan utama adalah berolahraga dan mempelajari hal-hal baru, mendapat beberapa strike saya anggap itu bonus. Meskipun tak jarang saya kesal pulang tanpa ada strike sekalipun, 😏 ini mungkin berhubungan dengan kondisi spot terumbu yang saya kunjungi.

Berangkat dari rasa penasaran saya tentang terumbu karang (modern and old coral reef) yang sering saya temui di lapangan selama trip mancing. Untuk itu saya mencoba mereview beberapa literatur, kemudian merangkumnya menjadi catatan kecil ini.

Disclaimer untuk siswa/mahasiswa: disarankan untuk menjadikan tulisan ini hanya sebagai bahan bacaan saja, untuk informasi yang lebih akurat sebaiknya merujuk pada literatur yang ada di perpustakaan atau jurnal relevan dengan topik yang sedang dipelajari.
Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Pentingnya Coral Reef 


Terumbu karang memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang luar biasa bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia. Nilai-nilai tersebut adalah:

Coral reef values.

  • Keanekaragaman Hayati (Biodiversity)

Terumbu karang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan ±93.000 spesies telah diidentifikasi oleh para ilmuwan. Faktanya, terumbu karang dihuni oleh 32 dari total 34 filum hewan yang dikenali saat ini, dibandingkan dengan yang ditemukan di hutan hujan tropis hanya 9 filum saja. Keragaman sangat penting dalam keseimbangan ekosistem. Jika satu spesies utama dihilangkan, maka ekosistem dapat terganggu secara permanen.

  • Pelindung Alami

Terumbu karang melindungi daerah pesisir pantai dan berperan dalam mencegah erosi. Berfungsi sebagai pemecah gelombang alami, menahan kekuatan gelombang badai dan mengurangi kerusakan pantai. Dengan lebih dari separuh populasi dunia menempati daerah dalam radius 60 km dari laut, maka erosi pantai merupakan masalah yang berdampak langsung ke miliaran orang. 

  • Sumber Makanan

Terumbu karang merupakan sumber makanan bagi masyarakat selama ribuan tahun. Makanan laut tidak hanya sebagai sumber utama protein hewani, hasil tangkapan ikan juga merupakan sumber pendapatan bagi para nelayan. Jika dikelola dengan baik, terumbu dengan luas 1 kilometer dapat menghasilkan ±15 ton ikan dan makanan laut lainnya setiap tahun.

  • Nilai Ekonomi

Terumbu karang memberi jutaan orang pekerjaan dan pendapatan melalui kegiatan penangkapan ikan dan pariwisata. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata setiap negara memperoleh lebih dari setengah Gross National Product nya dari hasil industri pemanfaatan terumbu karang. Diperkirakan, terumbu karang menghasilkan produk ekonomi dan jasa ekosistem senilai ± $375 miliar setiap tahun.

  • Nilai Estetika dan Budaya

Terumbu karang merupakan suatu lingkungan yang paling berwarna dan unik di alam. Manusia menikmati keindahan terumbu karang dengan cara snorkeling, diving, atau fotografi. Terumbu karang juga penting secara budaya bagi banyak komunitas pesisir, dengan cerita legenda dan praktik keagamaan terkait dengan kehidupan terumbu.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo
Ekosistem coral reef - Biluhu, Kabupaten Gorontalo (Foto: Yassir Adiputera).

  • Obat-obatan

Semakin banyak spesies yang ditemukan hidup di lingkungan terumbu karang mengandung senyawa yang dapat digunakan dalam pengobatan (senyawa biomedis), beberapa dapat diaplikasikan untuk pengobatan Human Immunodeficiency Virus (HIV), kanker, radang dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, struktur kerangka karang yang unik ini telah digunakan sebagai bahan dasar dalam proses cangkok tulang.

  • Carbon Sinks 

Terumbu karang dikenal sebagai “penyerap karbon” karena membantu menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer. Karbon dioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang terlibat dalam pemanasan global, yang berdampak pada peningkatan suhu dan kenaikan permukaan laut, serta erosi daerah pesisir.
Proses penyerapan karbon dioksida oleh terumbu karang (conservation.org).

Apa itu Coral Reef?

Terumbu karang merupakan struktur batugamping yang masif di mana jenis karang keras terdiri dari kalsium karbonat merupakan penyusun utama dari struktur ini. Ekosistem terumbu karang dapat terbentuk selama ratusan hingga ribuan tahun.

Berbagai jenis tumbuhan dan hewan menjadikan terumbu karang sebagai tempat mencari sumber makanan dan tempat tinggal. Diantaranya: calcareous algae – berperan sebagai pembangun terumbu. Sedangkan cacing, grazing fish (seperti ikan kakatua), bulu babi, dan spons – berperan sebagai penghancur. Banyak hewan lain termasuk lebih dari 4.000 spesies ikan yang berbeda, mencari perlindungan dan menjadikan terumbu karang sebagai habitat. Keragaman inilah yang kita kenal sebagai terumbu karang.

Animals commonly found in and around coral reefs.

Hewan-hewan ini hidup berdampingan dalam hubungan yang kompleks. Jika satu spesies dihilangkan atau mati karena dampak manusia seperti penangkapan ikan berlebihan, hilangnya spesies tersebut dapat berdampak luas bagi seluruh terumbu karang dan keseimbangan ekosistem dapat berubah secara dramatis. 

Coral - Hewan? Tumbuhan? atau Mineral?

Meski sering disalahartikan sebagai tumbuhan atau batuan, terumbu karang merupakan jenis hewan yang tergolong dalam kelompok invertebrata (hewan tak bertulang) yang disebut cnidaria. Anemon, hidroid, dan ubur-ubur juga merupakan cnidaria. Semua cnidaria dicirikan oleh rongga perut yang besar dan memiliki sel penyengat khusus yang disebut cnidocytes, yang mereka gunakan untuk menangkap mangsa.

Coral - Animal? Plant? or Mineral?.

Coral merupakan sekumpulan hewan invertebrata yang disebut sebagai Polyp. Ribuan hewan ini menutupi satu cabang atau gundukan karang. Polyp memiliki tubuh berbentuk silinder kecil, dengan lubang atau mulut yang dikelilingi oleh banyak tentakel yang menyengat.
Cross-section of a coral polyp (Illustration courtesy of NOAA).

Karang sering tumbuh menjadi suatu koloni karang besar atau disebut sebagai head coral. Setiap head coral dapat terdiri dari ratusan atau ribuan polyp, yang semuanya saling terhubung oleh sebuah jaringan ikat - termasuk perut mereka. Jadi ketika satu polyp makan, individu lainnya juga ikut makan! 

Taksonomi Coral Reef 

Saat mempelajari organisme dan ekosistem seperti terumbu karang, para ilmuwan menggunakan hierarki terstruktur untuk mendeskripsikan dan mengkategorikan spesies berdasarkan hubungan alamiah. Taksonomi adalah sistem klasifikasi terurut yang dimulai dengan kumpulan kesamaan fisik secara umum, dan secara bertahap bergerak menuju tingkat karakteristik yang lebih khusus. Sistem ini pertama kali dibuat oleh Carolus Linnaeus pada abad ke-18. Tabel berikut adalah contoh klasifikasi taksonomi untuk manusia (Homo sapiens) dan karang jamur (Fungia scutaria).

Example of taxonomy.

Taksonomi berfungsi dalam pemberian nama dari suatu organisme. Misalnya di Hawaii ada jenis ikan populer bernama mahimahi. Namun, ikan yang sama ini disebut dorado di wilayah Karibia. Jadi, meskipun nama umum ikan ini dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain, nama ilmiah akan selalu diklasifikasikan menurut genus dan spesiesnya, yaitu Coryphaena hippurus

Kondisi Lingkungan Coral Reef

Terumbu karang merupakan organisme yang sangat sensitif dan membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk tumbuh. Berikut kondisi yang ideal untuk terumbu karang:

Environmental conditions for coral reefs.

  • Sinar Matahari 

Terumbu karang tidak dapat bertahan hidup tanpa sinar matahari, karena zooxanthellae seprti tumbuhan alga, membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Umumnya terumbu tidak dapat tumbuh pada kedalaman lebih dari ±45m. 

  • Suhu Hangat 

Terumbu karang hanya dapat hidup dalam kisaran suhu tertentu dari sekitar 16°C – 29°C (62°F – 85°F). Inilah mengapa terumbu tumbuh subur di perairan tropis yang lebih hangat. 

  • Tingkatan Nutrisi 

Terumbu karang adalah hewan laut yang hidup di lingkungan air laut dengan kandungan nutrisi yang sangat rendah. Nutrisi yang dibutuhkan oleh semua organisme, ditemukan dalam makanan dan dilarutkan dalam air. Namun, jika kadar nutrisi terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan alami kehidupan terumbu, menciptakan kondisi yang mendukung organisme lain dapat tumbuh lebih cepat seperti rumput laut dan spons. 

  • Air Bersih 

Terumbu karang hidup pada kondisi air yang jernih dengan tingkat sedimen rendah. Sedimen yang berlebihan dapat mengubur terumbu, menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan, dan kemudian terumbu pun mati. Terumbu karang cenderung hidup di daerah yang berombak, karena ombak dapat memasok nutrisi dan oksigen serta menjaga terumbu bebas dari sedimen. 

  • Air Asin 

Terumbu karang adalah hewan laut yang hidup pada kondisi air laut dengan kadar garam sekitar 35ppt (parts per thousand). Terumbu tidak dapat bertahan hidup pada daerah yang terlalu asin, atau pun sebaliknya. 

  • Pondasi 

Terumbu karang membutuhkan pondasi atau permukaan yang keras untuk dapat menempel. Jika kondisi pondasi tidak stabil, misalnya pada pasir atau puing, maka terumbu akan mudah hancur dan terbunuh oleh ombak dan badai. 

Berapa Umur Coral Reef? 

Terumbu karang adalah salah satu ekosistem tertua di dunia.

A remarkable ability of coral reefs to adapt and survive.

  • Nenek moyang ekosistem terumbu karang terbentuk sekitar 570 juta tahun yang lalu. Saat itu, hanya ganggang dan spon yang menjadi penyusun utama dari terumbu.
  • Sedangkan coral baru muncul sejak 240 juta tahun yang lalu.
  • Umumnya terumbu karang yang ada di lautan tropis sekarang berumur antara 5.000 dan 10.000 tahun. 

Terumbu karang telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dan bertahan hidup dari peristiwa perubahan kondisi permukaan laut, pengangkatan daratan, periode pemanasan yang meluas dan zaman es yang berulang serta bencana alam jangka pendek yang berulang seperti siklon dan angin topan. 

Kabar buruknya, aktivitas manusia sekarang merupakan ancaman yang serius bagi kelangsungan hidup jangka pendek terumbu karang dibandingkan dengan bencana alam. Hilangnya terumbu karang akibat aktivitas manusia terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir dan sekarang menjadi masalah di hampir setiap wilayah di dunia. Di Asia Tenggara saja, ± 88% terumbu karang “beresiko” dari dampak aktivitas manusia. 

Di Mana Coral Reef Hidup? 

Luas terumbu karang di seluruh dunia diperkirakan mencapai 284.300 kilometer persegi. Daerah ini mewakili < 0,1% total luas lautan dan < 1,2% total luas kontinen.

Coral reef - peta sebaran terumbu karang global (NOAA).

Terumbu karang dapat ditemukan di lautan tropis (antara 30 derajat lintang utara dan 30 derajat lintang selatan dari garis khatulistiwa). Beberapa juga ditemukan berada lebih jauh dari khatulistiwa, di mana arus hangat mengalir keluar dari lautan tropis, seperti Florida dan Jepang bagian selatan.

Indonesia has more coral reefs and greater species diversity than any other country in the world.

Terumbu karang dapat ditemukan di 2 wilayah: 

  • Indo-Pasifik 
  • Karibia / Atlantik Barat 

Sebagian besar terumbu karang ditemukan di Indo-Pasifik, sebuah wilayah yang membentang dari Afrika Timur dan Laut Merah hingga Pasifik Tengah. Ini juga merupakan kawasan dengan keanekaragaman spesies tertinggi di antara terumbu secara keseluruhan. Sedangkan di Karibia dan Atlantik hanya ditemukan < 8% terumbu karang dunia. 

Jenis Coral Reef 

Para ilmuwan umumnya membagi terumbu karang menjadi lima kelas utama:

  • Fringing reef terletak di sekitar pulau dan benua, dan dipisahkan dari pantai oleh laguna yang sempit dan dangkal. Terumbu ini biasanya paralel dengan garis pantai dan pada daerah paling dangkal terumbu ini dapat mencapai permukaan ketika air surut.
  • Barrier reef juga tumbuh sejajar dengan garis pantai, tetapi dipisahkan oleh laguna yang dalam dan lebar. Di daerah paling dangkal, terumbu dapat mencapai permukaan air dan membentuk seperti "blokade". Great Barrier Reef di Australia adalah contoh paling terkenal, dan merupakan barrier reef terbesar di dunia.
  • Atoll adalah cincin karang yang mengelilingi sebuah laguna dan terbentuk di laut lepas. Atoll biasanya terbentuk ketika pulau-pulau yang dikelilingi oleh fringing reef tenggelam ke dalam laut atau pun ketika permukaan laut naik di sekitar pulau. Fringing reef terus tumbuh dan akhirnya membentuk lingkaran dengan laguna di dalamnya.
  • Platform reef adalah terumbu karang yang terbentuk di laut lepas, namun tidak memiliki hubungan yang jelas dengan garis pantai pada sebuah pulau. Sebagian besar terumbu ini memiliki daerah yang terpapar angin dan di sisi lainnya dapat terbentuk sebuah laguna dan beberapa patch reef.
  • Patch reef adalah daerah terumbu kecil yang terbentuk di perairan dangkal dan laguna.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo
Jenis - jenis coral reef. Diantaranya terdapat di wilayah perairan Gorontalo. (Google Map)

Zona Coral Reef 

Berikut merupakan zona-zona yang sering ditemukan pada ekosistem terumbu karang di seluruh dunia:
 
General patterns and zones in coral reef ecosystem.

Zona intertidal
(zona pasang surut air laut) adalah tempat bertemunya daratan dengan laut, termasuk pantai, bakau (mangrove), laguna, dan area di mana air tawar bertemu dengan air asin (muara). Pantai penting bagi terumbu karang karena dapat menyaring limpasan air dan sedimen dari daratan. Sebagian besar pasir di pantai terdiri dari material pecahan terumbu. Mangrove adalah jenis tanaman yang hidup dan beradaptasi di perairan pasang surut. Mengrove juga sangat penting untuk terumbu karang, karena dapat menyaring transportasi lumpur dan sedimen dari darat, dan bertindak sebagai pelindung alami bagi spesies terumbu karang muda. Sebuah studi baru-baru ini mendokumentasikan bahwa terumbu yang tumbuh di dekat mangrove dihidupi jumlah ikan hingga 26 kali lebih banyak daripada terumbu yang tumbuh jauh dari daerah mangrove.

Laguna adalah area perairan yang lebih dalam (3-10 meter) yang memisahkan terumbu karang dari pantai. Lantai laguna umumnya merupakan daerah yang diendapi pasir, dihidupi rumput laut dan patch reef, dan merupakan rumah bagi beragam kelompok tumbuhan dan hewan. Rumput laut bertindak sebagai habitat dan tempat berkembang biak bagi banyak hewan laut. 

Reef flat merupakan dataran dangkal yang memanjang dari arah pantai (kedalaman 1 – 2 meter dan lebar hingga ratusan meter). Kondisi fisik yang keras di daerah ini membatasi pertumbuhan karang, digantikan oleh pasir, puing-puing, dan alga yang mengerak. Banyak invertebrata kecil ditemukan di reef flat, termasuk moluska, cacing dan krustasea. 

Back reef terletak di atara laguna dan reef crest, merupakan perairan dangkal laguna menuju reef flat. Zona ini mendapat banyak paparan sinar matahari dengan kondisi air yang tenang, dan ditandai dengan perpaduan terumbu karang dan celah-celah berpasir. 

Reef crest adalah titik tertinggi terumbu yang mengarah ke laut, dan biasanya ditandai dengan garis ombak yang pecah di sepanjang tepinya. Puncak-puncak terumbu berukuran meter kerap kali terlihat saat air surut. Gerakan gelombang yang konstan dan paparan udara saat air surut membatasi pertumbuhan terumbu di zona ini, akan tetapi ada beberapa jenis branching coral yang mampu beradaptasi, contohnya Coralline Algae. 

Reef front berada di sisi reef crest yang mengarah ke laut. Zona ini ditandai dengan kemiringan terumbu yang curam ke arah dasar laut. Kondisi laut berubah drastis seiring dengan perubahan kedalaman. 

Buttress zone merupakan zona dengan kedalaman 10-20 meter, di mana keanekaragaman dan kelimpahan kehidupan terbesar pada ekosistem terumbu karang berada pada zona ini. Terumbu karang tumbuh subur secara masif, diselingi beberapa pembentukan parit terumbu (spur) yang dipisahkan oleh saluran berpasir (groove). Banyak hewan yang menghuni lubang-lubang dan celah, dan ikan besar, termasuk hiu, trevally, barakuda, dan tuna berpatroli di zona ini untuk mencari makanan.

Deep forereef merupakan zona perairan bagian depan yang lebih dalam dan lebih gelap (lebih dari 20 meter), terumbu tumbuh tidak merata dan diganti dengan spon, sea whip, sea fan dan jenis terumbu ahermatypic yang tidak bergantung pada sinar matahari.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo
The Biluhu coral reef zones: a hypothesis.

Hard vs Soft Coral 

Coral umumnya diklasifikasikan menjadi: hard coral dan soft coral. Hard coral merupakan jenis coral pembentuk terumbu utama, dan menjadi pondasi di setiap terumbu karang yang ada di seluruh perairan tropis. Meskipun soft coral tidak menjadi bagian dari pembentukan terumbu, jenis coral ini merupakan bagian penting dari ekosistem terumbu karang, kehadiran soft coral memberikan tampilan dengan rangkaian warna dan bentuk yang mempesona.

Hard versus soft corals.

Bagaimana cara hard coral membentuk terumbu karang? 

Setiap polyp tumbuh di dalam sebuah "kelopak" tempat ia tertanaman pada kerangka limestone. Saat polyp mati, kerangka yang tertinggal digunakan kemudian sebagai fondasi untuk polyp baru. Seiring waktu, lapisan demi lapisan limestone menumpuk dan membentuk kerangka terumbu.

How do coral build a reef (NOAA).

Bentuk Pertumbuhan Coral 

Para ilmuwan telah memperkirakan ada sekitar 794 spesies karang pembentuk terumbu di seluruh dunia. Mengidentifikasi spesies karang sangat sulit bahkan bagi para ahli, dan dalam beberapa kasus identifikasi tidak mungkin dilakukan tanpa membawa sampel ke laboratorium untuk pengujian. Cara yang sederhana untuk mengkategorikan jenis karang adalah didasarkan pada bentuknya.

Karang dapat dibagi menjadi sepuluh bentuk umum: 

  1. Branching - memiliki banyak cabang dengan cabang sekunder.
  2. Elkhorn - memiliki cabang besar, kokoh, dan pipih.
  3. Digitate - memiliki cabang seperti jari, tanpa cabang sekunder.
  4. Encrusting - tumbuh sebagai lapisan tipis pada permukaan yang keras.
  5. Table - memiliki permukaan lebar dan horisontal dengan cabang yang tumpang tindih.
  6. Foliose - memiliki bentuk seperti kelopak bunga mawar yang terbuka.
  7. Massive - berbentuk seperti bongkahan dan bisa berukuran sekecil telur atau sebesar rumah.
  8. Submassive - karang yang berbentuk kolom, tabung, atau hanya memiliki bentuk tidak beraturan.
  9. Mushroom - menyerupai pucuk jamur, umumnya terdiri dari satu polyp, hidup tidak tertanam pada substrat yang mendasarinya.
  10. Flower / Cup - terlihat seperti bunga, dengan bentuk memanjang.
Laju pertumbuhan karang sangat bervariasi disesuaikan dengan bentuknya. Massive coral tumbuh hanya ± 4 milimeter per tahun, sedangkan branching coral bisa tumbuh hingga ± 10 sentimeter per tahun.

Berikut foto-foto coral yang ada di kawasan terumbu karang Biluhu - Gorontalo. Karya Yassir Adiputera | Scuba Diver and Underwater Photographer.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Meskipun setiap spesies memiliki pola pertumbuhan tertentu, jenis karang yang sama dapat terlihat sangat berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Karang ini dapat mengubah bentuk, warna dan ukurannya agar sesuai dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya, jika ombak terlalu kuat, karang cenderung tumbuh menjadi sebuah gundukan atau berbentuk pipih. Di daerah yang lebih tenang, karang tumbuh menjadi bentuk yang lebih rumit seperti pola-pola percabangan yang halus.

***

Diagrams, maps and photographs:
  • National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)
  • Biluhu corals by Yassir Adiputera | Scuba Diver and Underwater Photographer
  • Google Maps (2020)

Further reading:
  • Hopley, D. (Ed.) (2011) Encyclopedia of Modern Coral Reef: Structure, Form and Process. Springer Science. DOI: 10.1007/978-90-481-2639-2 
  • Prideaux, B. (Ed.), Pabel, A. (Ed.). (2018). Coral Reefs: Tourism, Conservation and Management. London: Routledge, https://doi.org/10.4324/9781315537320

Coral Reef - Mengenal Terumbu Karang

efBumi
Menjadi seorang saltwater angler saya sering manghabiskan separuh waktu mengunjungi beberapa pantai dan pulau terdekat dimana saya tinggal. Kadang jika libur panjang, saya bisa menginap 1-2 malam. Tujuan utama adalah berolahraga dan mempelajari hal-hal baru, mendapat beberapa strike saya anggap itu bonus. Meskipun tak jarang saya kesal pulang tanpa ada strike sekalipun, 😏 ini mungkin berhubungan dengan kondisi spot terumbu yang saya kunjungi.

Berangkat dari rasa penasaran saya tentang terumbu karang (modern and old coral reef) yang sering saya temui di lapangan selama trip mancing. Untuk itu saya mencoba mereview beberapa literatur, kemudian merangkumnya menjadi catatan kecil ini.

Disclaimer untuk siswa/mahasiswa: disarankan untuk menjadikan tulisan ini hanya sebagai bahan bacaan saja, untuk informasi yang lebih akurat sebaiknya merujuk pada literatur yang ada di perpustakaan atau jurnal relevan dengan topik yang sedang dipelajari.
Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Pentingnya Coral Reef 


Terumbu karang memiliki nilai ekonomi dan ekologi yang luar biasa bagi masyarakat pesisir di seluruh dunia. Nilai-nilai tersebut adalah:

Coral reef values.

  • Keanekaragaman Hayati (Biodiversity)

Terumbu karang memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan ±93.000 spesies telah diidentifikasi oleh para ilmuwan. Faktanya, terumbu karang dihuni oleh 32 dari total 34 filum hewan yang dikenali saat ini, dibandingkan dengan yang ditemukan di hutan hujan tropis hanya 9 filum saja. Keragaman sangat penting dalam keseimbangan ekosistem. Jika satu spesies utama dihilangkan, maka ekosistem dapat terganggu secara permanen.

  • Pelindung Alami

Terumbu karang melindungi daerah pesisir pantai dan berperan dalam mencegah erosi. Berfungsi sebagai pemecah gelombang alami, menahan kekuatan gelombang badai dan mengurangi kerusakan pantai. Dengan lebih dari separuh populasi dunia menempati daerah dalam radius 60 km dari laut, maka erosi pantai merupakan masalah yang berdampak langsung ke miliaran orang. 

  • Sumber Makanan

Terumbu karang merupakan sumber makanan bagi masyarakat selama ribuan tahun. Makanan laut tidak hanya sebagai sumber utama protein hewani, hasil tangkapan ikan juga merupakan sumber pendapatan bagi para nelayan. Jika dikelola dengan baik, terumbu dengan luas 1 kilometer dapat menghasilkan ±15 ton ikan dan makanan laut lainnya setiap tahun.

  • Nilai Ekonomi

Terumbu karang memberi jutaan orang pekerjaan dan pendapatan melalui kegiatan penangkapan ikan dan pariwisata. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata setiap negara memperoleh lebih dari setengah Gross National Product nya dari hasil industri pemanfaatan terumbu karang. Diperkirakan, terumbu karang menghasilkan produk ekonomi dan jasa ekosistem senilai ± $375 miliar setiap tahun.

  • Nilai Estetika dan Budaya

Terumbu karang merupakan suatu lingkungan yang paling berwarna dan unik di alam. Manusia menikmati keindahan terumbu karang dengan cara snorkeling, diving, atau fotografi. Terumbu karang juga penting secara budaya bagi banyak komunitas pesisir, dengan cerita legenda dan praktik keagamaan terkait dengan kehidupan terumbu.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo
Ekosistem coral reef - Biluhu, Kabupaten Gorontalo (Foto: Yassir Adiputera).

  • Obat-obatan

Semakin banyak spesies yang ditemukan hidup di lingkungan terumbu karang mengandung senyawa yang dapat digunakan dalam pengobatan (senyawa biomedis), beberapa dapat diaplikasikan untuk pengobatan Human Immunodeficiency Virus (HIV), kanker, radang dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, struktur kerangka karang yang unik ini telah digunakan sebagai bahan dasar dalam proses cangkok tulang.

  • Carbon Sinks 

Terumbu karang dikenal sebagai “penyerap karbon” karena membantu menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer. Karbon dioksida adalah salah satu gas rumah kaca yang terlibat dalam pemanasan global, yang berdampak pada peningkatan suhu dan kenaikan permukaan laut, serta erosi daerah pesisir.
Proses penyerapan karbon dioksida oleh terumbu karang (conservation.org).

Apa itu Coral Reef?

Terumbu karang merupakan struktur batugamping yang masif di mana jenis karang keras terdiri dari kalsium karbonat merupakan penyusun utama dari struktur ini. Ekosistem terumbu karang dapat terbentuk selama ratusan hingga ribuan tahun.

Berbagai jenis tumbuhan dan hewan menjadikan terumbu karang sebagai tempat mencari sumber makanan dan tempat tinggal. Diantaranya: calcareous algae – berperan sebagai pembangun terumbu. Sedangkan cacing, grazing fish (seperti ikan kakatua), bulu babi, dan spons – berperan sebagai penghancur. Banyak hewan lain termasuk lebih dari 4.000 spesies ikan yang berbeda, mencari perlindungan dan menjadikan terumbu karang sebagai habitat. Keragaman inilah yang kita kenal sebagai terumbu karang.

Animals commonly found in and around coral reefs.

Hewan-hewan ini hidup berdampingan dalam hubungan yang kompleks. Jika satu spesies dihilangkan atau mati karena dampak manusia seperti penangkapan ikan berlebihan, hilangnya spesies tersebut dapat berdampak luas bagi seluruh terumbu karang dan keseimbangan ekosistem dapat berubah secara dramatis. 

Coral - Hewan? Tumbuhan? atau Mineral?

Meski sering disalahartikan sebagai tumbuhan atau batuan, terumbu karang merupakan jenis hewan yang tergolong dalam kelompok invertebrata (hewan tak bertulang) yang disebut cnidaria. Anemon, hidroid, dan ubur-ubur juga merupakan cnidaria. Semua cnidaria dicirikan oleh rongga perut yang besar dan memiliki sel penyengat khusus yang disebut cnidocytes, yang mereka gunakan untuk menangkap mangsa.

Coral - Animal? Plant? or Mineral?.

Coral merupakan sekumpulan hewan invertebrata yang disebut sebagai Polyp. Ribuan hewan ini menutupi satu cabang atau gundukan karang. Polyp memiliki tubuh berbentuk silinder kecil, dengan lubang atau mulut yang dikelilingi oleh banyak tentakel yang menyengat.
Cross-section of a coral polyp (Illustration courtesy of NOAA).

Karang sering tumbuh menjadi suatu koloni karang besar atau disebut sebagai head coral. Setiap head coral dapat terdiri dari ratusan atau ribuan polyp, yang semuanya saling terhubung oleh sebuah jaringan ikat - termasuk perut mereka. Jadi ketika satu polyp makan, individu lainnya juga ikut makan! 

Taksonomi Coral Reef 

Saat mempelajari organisme dan ekosistem seperti terumbu karang, para ilmuwan menggunakan hierarki terstruktur untuk mendeskripsikan dan mengkategorikan spesies berdasarkan hubungan alamiah. Taksonomi adalah sistem klasifikasi terurut yang dimulai dengan kumpulan kesamaan fisik secara umum, dan secara bertahap bergerak menuju tingkat karakteristik yang lebih khusus. Sistem ini pertama kali dibuat oleh Carolus Linnaeus pada abad ke-18. Tabel berikut adalah contoh klasifikasi taksonomi untuk manusia (Homo sapiens) dan karang jamur (Fungia scutaria).

Example of taxonomy.

Taksonomi berfungsi dalam pemberian nama dari suatu organisme. Misalnya di Hawaii ada jenis ikan populer bernama mahimahi. Namun, ikan yang sama ini disebut dorado di wilayah Karibia. Jadi, meskipun nama umum ikan ini dapat berbeda dari satu tempat ke tempat lain, nama ilmiah akan selalu diklasifikasikan menurut genus dan spesiesnya, yaitu Coryphaena hippurus

Kondisi Lingkungan Coral Reef

Terumbu karang merupakan organisme yang sangat sensitif dan membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk tumbuh. Berikut kondisi yang ideal untuk terumbu karang:

Environmental conditions for coral reefs.

  • Sinar Matahari 

Terumbu karang tidak dapat bertahan hidup tanpa sinar matahari, karena zooxanthellae seprti tumbuhan alga, membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Umumnya terumbu tidak dapat tumbuh pada kedalaman lebih dari ±45m. 

  • Suhu Hangat 

Terumbu karang hanya dapat hidup dalam kisaran suhu tertentu dari sekitar 16°C – 29°C (62°F – 85°F). Inilah mengapa terumbu tumbuh subur di perairan tropis yang lebih hangat. 

  • Tingkatan Nutrisi 

Terumbu karang adalah hewan laut yang hidup di lingkungan air laut dengan kandungan nutrisi yang sangat rendah. Nutrisi yang dibutuhkan oleh semua organisme, ditemukan dalam makanan dan dilarutkan dalam air. Namun, jika kadar nutrisi terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan alami kehidupan terumbu, menciptakan kondisi yang mendukung organisme lain dapat tumbuh lebih cepat seperti rumput laut dan spons. 

  • Air Bersih 

Terumbu karang hidup pada kondisi air yang jernih dengan tingkat sedimen rendah. Sedimen yang berlebihan dapat mengubur terumbu, menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan, dan kemudian terumbu pun mati. Terumbu karang cenderung hidup di daerah yang berombak, karena ombak dapat memasok nutrisi dan oksigen serta menjaga terumbu bebas dari sedimen. 

  • Air Asin 

Terumbu karang adalah hewan laut yang hidup pada kondisi air laut dengan kadar garam sekitar 35ppt (parts per thousand). Terumbu tidak dapat bertahan hidup pada daerah yang terlalu asin, atau pun sebaliknya. 

  • Pondasi 

Terumbu karang membutuhkan pondasi atau permukaan yang keras untuk dapat menempel. Jika kondisi pondasi tidak stabil, misalnya pada pasir atau puing, maka terumbu akan mudah hancur dan terbunuh oleh ombak dan badai. 

Berapa Umur Coral Reef? 

Terumbu karang adalah salah satu ekosistem tertua di dunia.

A remarkable ability of coral reefs to adapt and survive.

  • Nenek moyang ekosistem terumbu karang terbentuk sekitar 570 juta tahun yang lalu. Saat itu, hanya ganggang dan spon yang menjadi penyusun utama dari terumbu.
  • Sedangkan coral baru muncul sejak 240 juta tahun yang lalu.
  • Umumnya terumbu karang yang ada di lautan tropis sekarang berumur antara 5.000 dan 10.000 tahun. 

Terumbu karang telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa untuk beradaptasi dan bertahan hidup dari peristiwa perubahan kondisi permukaan laut, pengangkatan daratan, periode pemanasan yang meluas dan zaman es yang berulang serta bencana alam jangka pendek yang berulang seperti siklon dan angin topan. 

Kabar buruknya, aktivitas manusia sekarang merupakan ancaman yang serius bagi kelangsungan hidup jangka pendek terumbu karang dibandingkan dengan bencana alam. Hilangnya terumbu karang akibat aktivitas manusia terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir dan sekarang menjadi masalah di hampir setiap wilayah di dunia. Di Asia Tenggara saja, ± 88% terumbu karang “beresiko” dari dampak aktivitas manusia. 

Di Mana Coral Reef Hidup? 

Luas terumbu karang di seluruh dunia diperkirakan mencapai 284.300 kilometer persegi. Daerah ini mewakili < 0,1% total luas lautan dan < 1,2% total luas kontinen.

Coral reef - peta sebaran terumbu karang global (NOAA).

Terumbu karang dapat ditemukan di lautan tropis (antara 30 derajat lintang utara dan 30 derajat lintang selatan dari garis khatulistiwa). Beberapa juga ditemukan berada lebih jauh dari khatulistiwa, di mana arus hangat mengalir keluar dari lautan tropis, seperti Florida dan Jepang bagian selatan.

Indonesia has more coral reefs and greater species diversity than any other country in the world.

Terumbu karang dapat ditemukan di 2 wilayah: 

  • Indo-Pasifik 
  • Karibia / Atlantik Barat 

Sebagian besar terumbu karang ditemukan di Indo-Pasifik, sebuah wilayah yang membentang dari Afrika Timur dan Laut Merah hingga Pasifik Tengah. Ini juga merupakan kawasan dengan keanekaragaman spesies tertinggi di antara terumbu secara keseluruhan. Sedangkan di Karibia dan Atlantik hanya ditemukan < 8% terumbu karang dunia. 

Jenis Coral Reef 

Para ilmuwan umumnya membagi terumbu karang menjadi lima kelas utama:

  • Fringing reef terletak di sekitar pulau dan benua, dan dipisahkan dari pantai oleh laguna yang sempit dan dangkal. Terumbu ini biasanya paralel dengan garis pantai dan pada daerah paling dangkal terumbu ini dapat mencapai permukaan ketika air surut.
  • Barrier reef juga tumbuh sejajar dengan garis pantai, tetapi dipisahkan oleh laguna yang dalam dan lebar. Di daerah paling dangkal, terumbu dapat mencapai permukaan air dan membentuk seperti "blokade". Great Barrier Reef di Australia adalah contoh paling terkenal, dan merupakan barrier reef terbesar di dunia.
  • Atoll adalah cincin karang yang mengelilingi sebuah laguna dan terbentuk di laut lepas. Atoll biasanya terbentuk ketika pulau-pulau yang dikelilingi oleh fringing reef tenggelam ke dalam laut atau pun ketika permukaan laut naik di sekitar pulau. Fringing reef terus tumbuh dan akhirnya membentuk lingkaran dengan laguna di dalamnya.
  • Platform reef adalah terumbu karang yang terbentuk di laut lepas, namun tidak memiliki hubungan yang jelas dengan garis pantai pada sebuah pulau. Sebagian besar terumbu ini memiliki daerah yang terpapar angin dan di sisi lainnya dapat terbentuk sebuah laguna dan beberapa patch reef.
  • Patch reef adalah daerah terumbu kecil yang terbentuk di perairan dangkal dan laguna.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo
Jenis - jenis coral reef. Diantaranya terdapat di wilayah perairan Gorontalo. (Google Map)

Zona Coral Reef 

Berikut merupakan zona-zona yang sering ditemukan pada ekosistem terumbu karang di seluruh dunia:
 
General patterns and zones in coral reef ecosystem.

Zona intertidal
(zona pasang surut air laut) adalah tempat bertemunya daratan dengan laut, termasuk pantai, bakau (mangrove), laguna, dan area di mana air tawar bertemu dengan air asin (muara). Pantai penting bagi terumbu karang karena dapat menyaring limpasan air dan sedimen dari daratan. Sebagian besar pasir di pantai terdiri dari material pecahan terumbu. Mangrove adalah jenis tanaman yang hidup dan beradaptasi di perairan pasang surut. Mengrove juga sangat penting untuk terumbu karang, karena dapat menyaring transportasi lumpur dan sedimen dari darat, dan bertindak sebagai pelindung alami bagi spesies terumbu karang muda. Sebuah studi baru-baru ini mendokumentasikan bahwa terumbu yang tumbuh di dekat mangrove dihidupi jumlah ikan hingga 26 kali lebih banyak daripada terumbu yang tumbuh jauh dari daerah mangrove.

Laguna adalah area perairan yang lebih dalam (3-10 meter) yang memisahkan terumbu karang dari pantai. Lantai laguna umumnya merupakan daerah yang diendapi pasir, dihidupi rumput laut dan patch reef, dan merupakan rumah bagi beragam kelompok tumbuhan dan hewan. Rumput laut bertindak sebagai habitat dan tempat berkembang biak bagi banyak hewan laut. 

Reef flat merupakan dataran dangkal yang memanjang dari arah pantai (kedalaman 1 – 2 meter dan lebar hingga ratusan meter). Kondisi fisik yang keras di daerah ini membatasi pertumbuhan karang, digantikan oleh pasir, puing-puing, dan alga yang mengerak. Banyak invertebrata kecil ditemukan di reef flat, termasuk moluska, cacing dan krustasea. 

Back reef terletak di atara laguna dan reef crest, merupakan perairan dangkal laguna menuju reef flat. Zona ini mendapat banyak paparan sinar matahari dengan kondisi air yang tenang, dan ditandai dengan perpaduan terumbu karang dan celah-celah berpasir. 

Reef crest adalah titik tertinggi terumbu yang mengarah ke laut, dan biasanya ditandai dengan garis ombak yang pecah di sepanjang tepinya. Puncak-puncak terumbu berukuran meter kerap kali terlihat saat air surut. Gerakan gelombang yang konstan dan paparan udara saat air surut membatasi pertumbuhan terumbu di zona ini, akan tetapi ada beberapa jenis branching coral yang mampu beradaptasi, contohnya Coralline Algae. 

Reef front berada di sisi reef crest yang mengarah ke laut. Zona ini ditandai dengan kemiringan terumbu yang curam ke arah dasar laut. Kondisi laut berubah drastis seiring dengan perubahan kedalaman. 

Buttress zone merupakan zona dengan kedalaman 10-20 meter, di mana keanekaragaman dan kelimpahan kehidupan terbesar pada ekosistem terumbu karang berada pada zona ini. Terumbu karang tumbuh subur secara masif, diselingi beberapa pembentukan parit terumbu (spur) yang dipisahkan oleh saluran berpasir (groove). Banyak hewan yang menghuni lubang-lubang dan celah, dan ikan besar, termasuk hiu, trevally, barakuda, dan tuna berpatroli di zona ini untuk mencari makanan.

Deep forereef merupakan zona perairan bagian depan yang lebih dalam dan lebih gelap (lebih dari 20 meter), terumbu tumbuh tidak merata dan diganti dengan spon, sea whip, sea fan dan jenis terumbu ahermatypic yang tidak bergantung pada sinar matahari.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo
The Biluhu coral reef zones: a hypothesis.

Hard vs Soft Coral 

Coral umumnya diklasifikasikan menjadi: hard coral dan soft coral. Hard coral merupakan jenis coral pembentuk terumbu utama, dan menjadi pondasi di setiap terumbu karang yang ada di seluruh perairan tropis. Meskipun soft coral tidak menjadi bagian dari pembentukan terumbu, jenis coral ini merupakan bagian penting dari ekosistem terumbu karang, kehadiran soft coral memberikan tampilan dengan rangkaian warna dan bentuk yang mempesona.

Hard versus soft corals.

Bagaimana cara hard coral membentuk terumbu karang? 

Setiap polyp tumbuh di dalam sebuah "kelopak" tempat ia tertanaman pada kerangka limestone. Saat polyp mati, kerangka yang tertinggal digunakan kemudian sebagai fondasi untuk polyp baru. Seiring waktu, lapisan demi lapisan limestone menumpuk dan membentuk kerangka terumbu.

How do coral build a reef (NOAA).

Bentuk Pertumbuhan Coral 

Para ilmuwan telah memperkirakan ada sekitar 794 spesies karang pembentuk terumbu di seluruh dunia. Mengidentifikasi spesies karang sangat sulit bahkan bagi para ahli, dan dalam beberapa kasus identifikasi tidak mungkin dilakukan tanpa membawa sampel ke laboratorium untuk pengujian. Cara yang sederhana untuk mengkategorikan jenis karang adalah didasarkan pada bentuknya.

Karang dapat dibagi menjadi sepuluh bentuk umum: 

  1. Branching - memiliki banyak cabang dengan cabang sekunder.
  2. Elkhorn - memiliki cabang besar, kokoh, dan pipih.
  3. Digitate - memiliki cabang seperti jari, tanpa cabang sekunder.
  4. Encrusting - tumbuh sebagai lapisan tipis pada permukaan yang keras.
  5. Table - memiliki permukaan lebar dan horisontal dengan cabang yang tumpang tindih.
  6. Foliose - memiliki bentuk seperti kelopak bunga mawar yang terbuka.
  7. Massive - berbentuk seperti bongkahan dan bisa berukuran sekecil telur atau sebesar rumah.
  8. Submassive - karang yang berbentuk kolom, tabung, atau hanya memiliki bentuk tidak beraturan.
  9. Mushroom - menyerupai pucuk jamur, umumnya terdiri dari satu polyp, hidup tidak tertanam pada substrat yang mendasarinya.
  10. Flower / Cup - terlihat seperti bunga, dengan bentuk memanjang.
Laju pertumbuhan karang sangat bervariasi disesuaikan dengan bentuknya. Massive coral tumbuh hanya ± 4 milimeter per tahun, sedangkan branching coral bisa tumbuh hingga ± 10 sentimeter per tahun.

Berikut foto-foto coral yang ada di kawasan terumbu karang Biluhu - Gorontalo. Karya Yassir Adiputera | Scuba Diver and Underwater Photographer.

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Coral Reef - Terumbu Karang Gorontalo

Meskipun setiap spesies memiliki pola pertumbuhan tertentu, jenis karang yang sama dapat terlihat sangat berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Karang ini dapat mengubah bentuk, warna dan ukurannya agar sesuai dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya, jika ombak terlalu kuat, karang cenderung tumbuh menjadi sebuah gundukan atau berbentuk pipih. Di daerah yang lebih tenang, karang tumbuh menjadi bentuk yang lebih rumit seperti pola-pola percabangan yang halus.

***

Diagrams, maps and photographs:
  • National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA)
  • Biluhu corals by Yassir Adiputera | Scuba Diver and Underwater Photographer
  • Google Maps (2020)

Further reading:
  • Hopley, D. (Ed.) (2011) Encyclopedia of Modern Coral Reef: Structure, Form and Process. Springer Science. DOI: 10.1007/978-90-481-2639-2 
  • Prideaux, B. (Ed.), Pabel, A. (Ed.). (2018). Coral Reefs: Tourism, Conservation and Management. London: Routledge, https://doi.org/10.4324/9781315537320

No comments

Terimakasih sudah membaca artikel ini.