Social Items

Pengertian Magma
Magma / Lava
Magma sebagian besar terdiri dari material batuan cair, berupa kristal dari berbagai jenis mineral, gas yang terlarutkan dalam cairan atau mungkin hadir sebagai fase gas yang terpisah. Istilah 'magma' umumnya dipahami sebagai kumpulan dari melt, kristal dan gelembung-gelembung gas yang terkandung dalam lava.

magma, lava, fenokris, melt, gas
Terminologi digunakan untuk menunjukan konstituen yang berbeda dari (a) lava cair dan (b) lava yang sama dalam keadaan padat.
Berikut pengertian magma dari beberapa sumber:
  • Magma - the molten rock material from which igneous rocks are formed (Hill, MC. 2003).
  • Magma - the molten or partly molten rock beneath the surface of a planet (Parfitt, E. A. and Wilson, L. 2008).
  • Magma - term embracing all molten and partially molten rocks, including melt, crystal and gaseous phases (Gill, R. 2010).

Magma dapat mendingin dan membentuk batuan beku di permukaan bumi, dan menghasilkan batuan beku vulkanik atau ekstrusif. Sedangkan magma yang mendingin di bawah permukaan bumi menghasilkan batu beku plutonik atau intrusif.

Jenis Magma
Jenis magma ditentukan oleh komposisi kimianya. Tiga tipe umum yang dikenali adalah:
  • Magma basaltik - SiO2 45-55 wt%, kaya akan Fe, Mg, Ca, - rendah akan K dan Na
  • Magma andesitik - SiO2 55-65 wt%, Fe, Mg, Ca, Na, K komposisinya seimbang
  • Magma riolitik - SiO2 65-75 wt%, rendah akan Fe, Mg, Ca, - kaya akan K dan Na

Kandungan Gas dalam Magma
Pada kedalaman bumi hampir semua magma mengandung gas yang terlarut dalam cairan, tetapi gas tersebut akan membentuk fase uap terpisah ketika tekanan menurun saat magma naik ke permukaan.

Gas dalam magma:
  • Sebagian besar terdiri dari H2O (uap air) dan CO2 (karbon dioksida)
  • Sebagian kecil mengandung gas Sulfur, Chlorine, dan Fluorine

Jumlah gas dalam magma juga terkait dengan komposisi kimia magma. Magma riolitik biasanya mengandung gas terlarut yang lebih tinggi daripada magma basaltik.

Temperatur Magma
Pengukuran laboratorium dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa temperatur dari ketiga jenis magma adalah sebagai berikut:
  • Magma basaltik: 1000 hingga 1200°C
  • Magma andesitik: 800 hingga 1000°C
  • Magma riolitik: 650 hingga 800°C

Viskositas Magma
Viskositas adalah salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya dari hasil pergeseran (kebalikan dari fluiditas). Viskositas tergantung pada komposisi dan temperatur magma.

  • Magma basaltic: 10 - 103 PaS
  • Magma andesitic: 103 - 105 PaS
  • Magma riolitik: 105 - 109 PaS

Magma dengan kandungan SiO2 (silika) tinggi, viskositasnya lebih tinggi daripada magma dengan kandungan SiO2 rendah (viskositas meningkat dengan meningkatnya konsentrasi SiO2 dalam magma).

Magma bertemperatur rendah viskositasnya lebih tinggi daripada magma bertemperatur tinggi (viskositas menurun dengan meningkatnya temperatur magma).

Diagram Magma - Jenis, Komposisi, Temperatur, Viskositas, Kandungan Gas
Diagram Magma - Jenis, Komposisi, Temperatur, Viskositas, Kandungan Gas

Fenokris, Xenokris dan Xenolit
Kenaikan magma dari mantel bumi disebabkan oleh daya apung (buoyancy) karena densitasnya lebih rendah dibandingkan dengan dinding batuan sekitarnya. Magma biasanya tidak langsung keluar ke permukaan bumi melalui saluran (conduit) dalam proses erupsi. Pada kondisi tertentu magma dapat terakumulasi di beberapa dapur magma yang terletak di berbagai tingkatan pada kerak bumi.

Perbedaan suhu pada tiap-tiap dapur magma, memungkinkan terjadinya pembentukan mineral. Pendinginan magma secara perlahan ini dapat membentuk kristal euhedral, yaitu mineral yang berbentuk sempurnah dalam sistem kristalnya. Setelah terjadi erupsi, lava akan sepenuhnya membeku, mineral-mineral ini dikenal sebagai fenokris berdasarkan ukuran butir mereka yang relatif lebih besar terhadap mineral halus lain di sekitarnya karena terbentuk dalam proses pendinginan yang cepat.

Magma juga dapat membawa fragmen batuan atau mineral dari dinding saluran. Inklusi fragmen batuan dan mineral ini dikenal sebagai xenolith dan xenocryst. Studi tentang xenolith dan xenocryst sangat penting karena mereka umumnya berasal dari kedalaman mantel atas bumi yang tidak dapat dijangkau secara langsung melalui proses pengeboran. Xenolith dan xenocryst sering diidentifikasi berdasarkan komposisi kimia, kumpulan mineral, dan tekstur reaksi disequilibrium, yang terbentuk karena perbedaan kesetimbangan kimia terhadap magma induknya.





Magma - Pengertian, Jenis, Temperatur, dan Viskositas

EFBUMI.NET
Pengertian Magma
Magma / Lava
Magma sebagian besar terdiri dari material batuan cair, berupa kristal dari berbagai jenis mineral, gas yang terlarutkan dalam cairan atau mungkin hadir sebagai fase gas yang terpisah. Istilah 'magma' umumnya dipahami sebagai kumpulan dari melt, kristal dan gelembung-gelembung gas yang terkandung dalam lava.

magma, lava, fenokris, melt, gas
Terminologi digunakan untuk menunjukan konstituen yang berbeda dari (a) lava cair dan (b) lava yang sama dalam keadaan padat.
Berikut pengertian magma dari beberapa sumber:
  • Magma - the molten rock material from which igneous rocks are formed (Hill, MC. 2003).
  • Magma - the molten or partly molten rock beneath the surface of a planet (Parfitt, E. A. and Wilson, L. 2008).
  • Magma - term embracing all molten and partially molten rocks, including melt, crystal and gaseous phases (Gill, R. 2010).

Magma dapat mendingin dan membentuk batuan beku di permukaan bumi, dan menghasilkan batuan beku vulkanik atau ekstrusif. Sedangkan magma yang mendingin di bawah permukaan bumi menghasilkan batu beku plutonik atau intrusif.

Jenis Magma
Jenis magma ditentukan oleh komposisi kimianya. Tiga tipe umum yang dikenali adalah:
  • Magma basaltik - SiO2 45-55 wt%, kaya akan Fe, Mg, Ca, - rendah akan K dan Na
  • Magma andesitik - SiO2 55-65 wt%, Fe, Mg, Ca, Na, K komposisinya seimbang
  • Magma riolitik - SiO2 65-75 wt%, rendah akan Fe, Mg, Ca, - kaya akan K dan Na

Kandungan Gas dalam Magma
Pada kedalaman bumi hampir semua magma mengandung gas yang terlarut dalam cairan, tetapi gas tersebut akan membentuk fase uap terpisah ketika tekanan menurun saat magma naik ke permukaan.

Gas dalam magma:
  • Sebagian besar terdiri dari H2O (uap air) dan CO2 (karbon dioksida)
  • Sebagian kecil mengandung gas Sulfur, Chlorine, dan Fluorine

Jumlah gas dalam magma juga terkait dengan komposisi kimia magma. Magma riolitik biasanya mengandung gas terlarut yang lebih tinggi daripada magma basaltik.

Temperatur Magma
Pengukuran laboratorium dan pengamatan lapangan menunjukkan bahwa temperatur dari ketiga jenis magma adalah sebagai berikut:
  • Magma basaltik: 1000 hingga 1200°C
  • Magma andesitik: 800 hingga 1000°C
  • Magma riolitik: 650 hingga 800°C

Viskositas Magma
Viskositas adalah salah satu sifat cairan yang menentukan besarnya perlawanan terhadap gaya dari hasil pergeseran (kebalikan dari fluiditas). Viskositas tergantung pada komposisi dan temperatur magma.

  • Magma basaltic: 10 - 103 PaS
  • Magma andesitic: 103 - 105 PaS
  • Magma riolitik: 105 - 109 PaS

Magma dengan kandungan SiO2 (silika) tinggi, viskositasnya lebih tinggi daripada magma dengan kandungan SiO2 rendah (viskositas meningkat dengan meningkatnya konsentrasi SiO2 dalam magma).

Magma bertemperatur rendah viskositasnya lebih tinggi daripada magma bertemperatur tinggi (viskositas menurun dengan meningkatnya temperatur magma).

Diagram Magma - Jenis, Komposisi, Temperatur, Viskositas, Kandungan Gas
Diagram Magma - Jenis, Komposisi, Temperatur, Viskositas, Kandungan Gas

Fenokris, Xenokris dan Xenolit
Kenaikan magma dari mantel bumi disebabkan oleh daya apung (buoyancy) karena densitasnya lebih rendah dibandingkan dengan dinding batuan sekitarnya. Magma biasanya tidak langsung keluar ke permukaan bumi melalui saluran (conduit) dalam proses erupsi. Pada kondisi tertentu magma dapat terakumulasi di beberapa dapur magma yang terletak di berbagai tingkatan pada kerak bumi.

Perbedaan suhu pada tiap-tiap dapur magma, memungkinkan terjadinya pembentukan mineral. Pendinginan magma secara perlahan ini dapat membentuk kristal euhedral, yaitu mineral yang berbentuk sempurnah dalam sistem kristalnya. Setelah terjadi erupsi, lava akan sepenuhnya membeku, mineral-mineral ini dikenal sebagai fenokris berdasarkan ukuran butir mereka yang relatif lebih besar terhadap mineral halus lain di sekitarnya karena terbentuk dalam proses pendinginan yang cepat.

Magma juga dapat membawa fragmen batuan atau mineral dari dinding saluran. Inklusi fragmen batuan dan mineral ini dikenal sebagai xenolith dan xenocryst. Studi tentang xenolith dan xenocryst sangat penting karena mereka umumnya berasal dari kedalaman mantel atas bumi yang tidak dapat dijangkau secara langsung melalui proses pengeboran. Xenolith dan xenocryst sering diidentifikasi berdasarkan komposisi kimia, kumpulan mineral, dan tekstur reaksi disequilibrium, yang terbentuk karena perbedaan kesetimbangan kimia terhadap magma induknya.





No comments

Terimakasih sudah membaca artikel ini.