Social Items

Peperite. Batuan hasil interaksi magma/lava dan sedimen

Peperite adalah batuan heterogen yang terbentuk in situ, di mana magma terfragmentasi dan bercampur dengan sedimen yang belum terkonsolidasi (White et al. 2000; Skilling dkk. 2002; White dan Houghton 2006). Peperite terbentuk di berbagai lingkungan di mana proses sedimentasi dan magmatisme terjadi secara bersamaan. Peperite pada umumnya berasosiasi dengan intrusi syn-volcanic terhadap sekuen sedimen bawah laut (Kokelaar 1982; Lorenz 1984; Kokelaar et al. 1985; Busby-Spera dan White 1987; Kano 1989; Kano 1991; Hanson dan Wilson 1993; McPhie et al. 1993; Doyle 2000; Squire dan McPhie 2002) serta pada kontak bagian bawah aliran lava di lingkungan endapan danau dan suksesi sub-aerial lainnya (Cas et al. 2001; Skilling et al. 2002; Zimanowski dan Büttner 2002). Domain peperite terdiri dari fragmen lava dan sedimen, dicirikan oleh tekstur klastik di mana kedua komponen dapat membentuk matriks (McPhie, et al 1993).

Beberapa publikasi ilmiah melaporkan peperite yang terbentuk pada kontak intrusi memiliki ukuran mencapai beberapa km3, sedangkan peperite di dasar aliran lava, secara signifikan lebih kecil, ~1 m3 (Skilling et al. 2002). Geometri dari peperite sangat beragam; mulai dari lobes, sheets, dan interconnected pods (Doyle 2000; Skilling et al. 2002).

Pembentukan peperite dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu:

  • Sifat dari 'induk' tubuh batuan beku (intrusif vs ekstrusif),
  • Jenis lava dan lingkungan pembentukan (Jerram dan Stollhofen 2002; Petry dkk. 2007),
  • Ukuran butiran sedimen (kasar vs halus) (Busby-Spera dan White 1987; Skilling et al. 2002),
  • Konsolidasi dan saturasi sedimen (Skilling et al. 2002, Waichel et al. 2007; Hole et al. 2013),
  • Perbedaan densitas antara magma dan sedimen (Zimanowski dan Büttner 2002).

Karakteristik peperite
Karakteristik peperite (Skilling, et al, 2002)
Saat terjadi kontak dengan sedimen yang belum terkonsolidasi, magma / lava akan terdisintegrasi dan membentuk fragmen-fragmen yang disebut sebagai juvenile clast, yang kemudian bercampur dengan material sedimen. Juvenile clast ini memiliki morfologi yang terdiri dari blocky dan fluidal (Busby-Spera and White 1987), yang mencerminkan perbedaan proses fragmentasi brittle dan ductile yang terjadi selama pembentukan peperite (Skilling et al. 2002).

Blocky clast berbentuk sub-equant, polyhedral – tabular, planar – curviplanar surface (Skilling et al. 2002), sedangkan fluidal clast berbentuk globular, amoeboid, globules, tendrils dan wispy, dicirikan dengan struktur intricate dan irregular (Lorenz 1984; Busby-Spera and White 1987; Skilling et al. 2002). Clast yang memiliki kedua sifat fluidal dan sub-planar dapat diartikan sebagai produk dari proses fragmentasi magama multistage (Skilling et al. 2002).

Struktur internal peperite dapat dikategorikan dari bentuk penyebaran, orientasi dan ciri juvenile clast-nya. Penyebaran juvenile clast dalam matriks sedimen digunakan untuk mendefinisikan peperite menjadi; "closepacked peperite" (high concentration of juvenile clasts) dan “dispersed peperite” (low proportion of juvenile clasts) (Hanson and Wilson 1993; Skilling et al. 2002).

Domain peperite biasanya tidak menunjukan struktur lapisan, tidak bergradasi, dan lebih sering ditemukan diskordan terhadap lapisan sedimen sampingnya (Hanson dan Wilson 1993; Doyle 2000; Brown dan Bell 2007). Struktur perlapisan sedimen pada peperite biasanya terdistorsi (Doyle 2000; White et al. 2000; Skilling et al. 2002).

Variabel komponen sedimen yang mempengaruhi pembentukan peperite termasuk ukuran butir, komposisi, sortasi, kekompakan, porositas dan permeabilitasnya (Lorenz 1984; Busby-Spera dan White 1987; Squire dan McPhie 2002; Skilling et al. 2002). Ciri-ciri yang dapat diamati seperti butiran sedimen polikristalin, tekstur yang homogen; struktur vesikular pada sedimen; vesikular lava yang terisi komponen sedimen, adanya hairline crack pada juvenile clast atau batuan beku induknya, dan terbentuknya elutriation pipe, dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa sedimen dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan basah saat pembentukan peperite (Kokelaar 1982; Busby-Spera dan White 1987; Hanson 1999; Dadd dan Van Wagoner 2002; Skilling dkk. 2002; Squire dan McPhie 2002).

Proses utama yang terjadi selama interaksi magma dan sedimen dan pembentukan peperite adalah fluidasi sedimen (Skilling et al. 2002), proses ini merupakan transportasi partikel sedimen yang disebabkan oleh pergerakan fluida (Skilling et al., 2002). Proses lain yang terjadi dalam pembentukan peperite termasuk soft-sediment deformation, forceful magma intrusion, perbedaan densitas antara magma-sedimen, ledakan uap air (fuel-coolant interactions), ledakan gas magmatik, dan hidrodinamika (Kokelaar 1982; McPhie et al 1993: Lorenz, dkk, 2002, Skilling, dkk, 2002, Zimanowski, dan Büttner, 2002, Schipper, dkk, 2011). Proses-proses ini terjadi secara bersamaan dan diakibatkan dari intrusi magma ke dalam sedimen yang belum terkonsolidasi.

Blocky peperite
Blocky peperite from Parana, Brazil (Luchetti et al, 2014)
Fluidal peperite.
Fluidal peperite from Matsuyama, Japan (Chiba and Sakakibara, 2006)
Blocky peperite.
Blocky peperite. Felsic lava and mudstone matrix (Sik and Woo, 2017)
Fluidal peperite
Fluidal peperite berasosiasi dengan fine-grained sediment (Sik and Woo, 2017)

Peperite - Interaksi Magma dan Sedimen

EFBUMI.NET
Peperite. Batuan hasil interaksi magma/lava dan sedimen

Peperite adalah batuan heterogen yang terbentuk in situ, di mana magma terfragmentasi dan bercampur dengan sedimen yang belum terkonsolidasi (White et al. 2000; Skilling dkk. 2002; White dan Houghton 2006). Peperite terbentuk di berbagai lingkungan di mana proses sedimentasi dan magmatisme terjadi secara bersamaan. Peperite pada umumnya berasosiasi dengan intrusi syn-volcanic terhadap sekuen sedimen bawah laut (Kokelaar 1982; Lorenz 1984; Kokelaar et al. 1985; Busby-Spera dan White 1987; Kano 1989; Kano 1991; Hanson dan Wilson 1993; McPhie et al. 1993; Doyle 2000; Squire dan McPhie 2002) serta pada kontak bagian bawah aliran lava di lingkungan endapan danau dan suksesi sub-aerial lainnya (Cas et al. 2001; Skilling et al. 2002; Zimanowski dan Büttner 2002). Domain peperite terdiri dari fragmen lava dan sedimen, dicirikan oleh tekstur klastik di mana kedua komponen dapat membentuk matriks (McPhie, et al 1993).

Beberapa publikasi ilmiah melaporkan peperite yang terbentuk pada kontak intrusi memiliki ukuran mencapai beberapa km3, sedangkan peperite di dasar aliran lava, secara signifikan lebih kecil, ~1 m3 (Skilling et al. 2002). Geometri dari peperite sangat beragam; mulai dari lobes, sheets, dan interconnected pods (Doyle 2000; Skilling et al. 2002).

Pembentukan peperite dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu:

  • Sifat dari 'induk' tubuh batuan beku (intrusif vs ekstrusif),
  • Jenis lava dan lingkungan pembentukan (Jerram dan Stollhofen 2002; Petry dkk. 2007),
  • Ukuran butiran sedimen (kasar vs halus) (Busby-Spera dan White 1987; Skilling et al. 2002),
  • Konsolidasi dan saturasi sedimen (Skilling et al. 2002, Waichel et al. 2007; Hole et al. 2013),
  • Perbedaan densitas antara magma dan sedimen (Zimanowski dan Büttner 2002).

Karakteristik peperite
Karakteristik peperite (Skilling, et al, 2002)
Saat terjadi kontak dengan sedimen yang belum terkonsolidasi, magma / lava akan terdisintegrasi dan membentuk fragmen-fragmen yang disebut sebagai juvenile clast, yang kemudian bercampur dengan material sedimen. Juvenile clast ini memiliki morfologi yang terdiri dari blocky dan fluidal (Busby-Spera and White 1987), yang mencerminkan perbedaan proses fragmentasi brittle dan ductile yang terjadi selama pembentukan peperite (Skilling et al. 2002).

Blocky clast berbentuk sub-equant, polyhedral – tabular, planar – curviplanar surface (Skilling et al. 2002), sedangkan fluidal clast berbentuk globular, amoeboid, globules, tendrils dan wispy, dicirikan dengan struktur intricate dan irregular (Lorenz 1984; Busby-Spera and White 1987; Skilling et al. 2002). Clast yang memiliki kedua sifat fluidal dan sub-planar dapat diartikan sebagai produk dari proses fragmentasi magama multistage (Skilling et al. 2002).

Struktur internal peperite dapat dikategorikan dari bentuk penyebaran, orientasi dan ciri juvenile clast-nya. Penyebaran juvenile clast dalam matriks sedimen digunakan untuk mendefinisikan peperite menjadi; "closepacked peperite" (high concentration of juvenile clasts) dan “dispersed peperite” (low proportion of juvenile clasts) (Hanson and Wilson 1993; Skilling et al. 2002).

Domain peperite biasanya tidak menunjukan struktur lapisan, tidak bergradasi, dan lebih sering ditemukan diskordan terhadap lapisan sedimen sampingnya (Hanson dan Wilson 1993; Doyle 2000; Brown dan Bell 2007). Struktur perlapisan sedimen pada peperite biasanya terdistorsi (Doyle 2000; White et al. 2000; Skilling et al. 2002).

Variabel komponen sedimen yang mempengaruhi pembentukan peperite termasuk ukuran butir, komposisi, sortasi, kekompakan, porositas dan permeabilitasnya (Lorenz 1984; Busby-Spera dan White 1987; Squire dan McPhie 2002; Skilling et al. 2002). Ciri-ciri yang dapat diamati seperti butiran sedimen polikristalin, tekstur yang homogen; struktur vesikular pada sedimen; vesikular lava yang terisi komponen sedimen, adanya hairline crack pada juvenile clast atau batuan beku induknya, dan terbentuknya elutriation pipe, dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa sedimen dalam keadaan tidak terkonsolidasi dan basah saat pembentukan peperite (Kokelaar 1982; Busby-Spera dan White 1987; Hanson 1999; Dadd dan Van Wagoner 2002; Skilling dkk. 2002; Squire dan McPhie 2002).

Proses utama yang terjadi selama interaksi magma dan sedimen dan pembentukan peperite adalah fluidasi sedimen (Skilling et al. 2002), proses ini merupakan transportasi partikel sedimen yang disebabkan oleh pergerakan fluida (Skilling et al., 2002). Proses lain yang terjadi dalam pembentukan peperite termasuk soft-sediment deformation, forceful magma intrusion, perbedaan densitas antara magma-sedimen, ledakan uap air (fuel-coolant interactions), ledakan gas magmatik, dan hidrodinamika (Kokelaar 1982; McPhie et al 1993: Lorenz, dkk, 2002, Skilling, dkk, 2002, Zimanowski, dan Büttner, 2002, Schipper, dkk, 2011). Proses-proses ini terjadi secara bersamaan dan diakibatkan dari intrusi magma ke dalam sedimen yang belum terkonsolidasi.

Blocky peperite
Blocky peperite from Parana, Brazil (Luchetti et al, 2014)
Fluidal peperite.
Fluidal peperite from Matsuyama, Japan (Chiba and Sakakibara, 2006)
Blocky peperite.
Blocky peperite. Felsic lava and mudstone matrix (Sik and Woo, 2017)
Fluidal peperite
Fluidal peperite berasosiasi dengan fine-grained sediment (Sik and Woo, 2017)

No comments

Terimakasih sudah membaca artikel ini.